Guestbook

Rabu, 21 Desember 2011

Belajar Goblok..bersama Om Bob.

Kamu : Gimana nih pak kok hidup saya gagal maning gagal maning
Bob Sadino : Lho kok bisa gagal
Kamu : nggak diterima kerja dimana-mana. Apalagi di perusahaan bapak :D
Bob Sadino : Kalau nggak diterima kerja, usaha donk!
Kamu : Tapi pak saya nggak punya modal buat usaha
Bob Sadino : Hmm..gimana kalu saya kasih kamu pinjeman modal biar jadi orang sukses.
Kamu : Wah makasih Pak! tapi usaha apa ya Pak! saya nggak punya ide
Bob Sadino : Saya sih punya ide usaha yang cocok buat kamu. Mau nggak!
Kamu : Wah terima kasih sekali pak! Tapi gimana kalau idenya nggak cocok.
Bob Sadino : ya dicoba dulu aja
Kamu : Baiklah Pak akan saya coba! Tapi pak gimana kalau gagal.
Bob Sadino : Goblok Anda...!

Anda bisa lihat diatas, Orang jaman sekarang sudah diberi fasilitas masih mengeluh dengan keadaan. Benar-benar motivasi hidup orang gagal.

*)Perbedaan Orang Pintar dan Orang Bodoh adalah :

Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya berbisnis…
Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang pintar.
Walhasil boss-nya orang pintar adalah orang bodoh.


Orang bodoh sering melakukan kesalahan,
maka dia rekrut orang pintar yang
tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah.
Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.
Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya
mencari kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk
membayari proposal yang diajukan orang pintar.


Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato,
maka dia menyuruh orang pintar untuk membuatnya.
Orang bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH).
oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar
untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.


Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan,
sementara itu orang pintar percaya.
Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh.
Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada di atas.
Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu yang dipikirkan
panjang-panjang oleh orang pintar. Walhasil orang orang pintar menjadi
staf-nya orang bodoh.


Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan,
dia PHK orang-orang pintar yang berkerja.
Tapi orang-orang pintar DEMO. Walhasil orang-orang pintar
‘meratap-ratap’ kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.
Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu
untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan
waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.
Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit.
Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.


"Saya bersyukur saya goblok. Kalau saya pintar, saya akan seperti Anda,” katanya, disambut tawa peserta seminar di UMS, beberapa waktu lalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar